Lebih sederhananya lagi, kalori adalah suatu energi yang
dibutuhkan oleh tubuh manusia supaya bisa beraktivitas dan menjalankan
fungsinya dengan baik dan normal.
Ketahui juga bahwa kalori yang diperoleh dari makanan dan
minuman akan diubah menjadi sebuah energi melalui proses metabolism
didalam tubuh. Sehingga energi tersebut bisa digunakan untuk mendukung kinerja
dan fungsi berbagai macam organ pada tubuh manusia.
Selain itu, ternyata sisa kalori yang tidak diubah
menjadi energi akan disimpan di dalam tubuh dan dijadikan sebagai jaringan
lemak.
Ada dua jenis kalori, yaitu:
- Kalori kecil (kal)
- Kalori besar (Kal, Kkal)
Penting dan perlu dicatat, 1 kalori besar (1Kkal) sama
dengan 1.000 kalori kecil.
Ketika kamu melihat label nutrisi pada kemasan makanan
atau minuman, satuan kalori yang tertera adalah kalori besar, yaitu kilokalori atau
(Kkal). Pada snack cokelat yang disebutkan didalam table memilki jumlah 250
kalori, hal tersebut sebenarnya mengandung sebesar 250.000 kalori.
Selain itu, ternyata banyak orang yang menganggap bahwa kalori
hanya ada pada jenis makanan dan minuman. Fakta yang sebenarnya ternyata apa
pun yang mengandung energi juga memiliki kandungan kalori yang membedakan
hanyalah jumlan kandungan yang dimiliki.
Baca Juga: Fungsi Potasium Bagi Kesehatan Tubuh
Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Sehari-Hari
Sebenarnya jumlah kebutuhan kalori pada setiap orang pasti
berbeda-berbeda, hal tersebut tergantung dari jenis kelamin, usia seseorang,
tinggi badan dan juga berat badan, serta metabolisme tubuh pada seseorang.
Untuk rata-rata pada pria dewasa akan memerlukan sekitar
2.000 - 2.500 kalori per harinya, sedangkan untuk wanita yang sudah dewasa akan
membutuhkan sekitar 1.600 - 2.000 kalori setiap harinya.
Saran dan rekomendasi jumlah asupan kalori diatas adalah
perkiraan jumlah kebutuhan kalori untuk orang yang sehat dengan tingkat
aktivitas fisik yang ringan, misalnya seperti pekerja kantoran.
Kemudian untuk orang yang sedang menderita penyakit
tertentu, misalnya seperti penyakit diabetes, penyakit kanker, penyakit sindrom
metabolik, penyakit jantung, dan penyakit malnutrisi, atau orang yang sedang
memiliki aktivitas fisik tinggi, misalnya pada seorang atlet, maka perhitungan
jumlah kalori yang dibutuhkan juga bisa berbeda dengan orang yang sehat dengan
tingkat aktifitas yang ringan.
Dengan demikian, maka diperlukan pemeriksaan lebih lanjut
dan perhitungan jumlah asupan kalori oleh dokter spesialis gizi pada kelompok
tersebut supaya mendapatkan jumlah asupan kalori yang tepat.
Baca Juga: Makanan Yang Tinggi Serat Beserta Manfaatnya Bagi Tubuh
Sumber Kalori dan Makanan Bergizi
![]() |
Gambar dari pixabay.com |
Ketika kamu mengonsumsi makanan atau minuman kemasan, pasti
akan menemukan label takaran kalori biasanya tertera dibalik kemasan tersebut.
Informasi pada tabel jumlah takaran kalori dapat digunakan untuk memastikan
bahwa kamu tidak akan berlebihan atau kekurangan dalam mengonsumsi kalori.
Jumlah asupan kalori sehari-hari kamu juga perlu dipenuhi
dalam jumlah yang tepat sesuai kebutuhan, tidak boleh lebih dan juga tidak boleh
kurang. Jika terlalu berlebihan mengonsumsi kalori, maka dapat meningkatkan
risiko terkena penyakit obesitas dan penyakit lain, contohnya seperti penyakit hipertensi,
penyakit jantung, hingga penyakit stroke. Sementara itu, jika kamu kekurangan jumlah
kalori didalam tubuh maka bisa membuat berat badan menjadi berkurang.
Baca Juga: Makanan Yang Mengandung Kalsium Tinggi
Tips Mengurangi Kelebihan Kalori
Jumlah kalori yang kamu konsumsi setiap hari akan
diproses menjadi energi atau disimpan didalam tubuh dan dijadikan sebagai
lemak. Jika kamu ingin menurunkan berat badan, maka kamu bisa mencoba
memotong atau mengurangi jumlah asupan kalori atau menjalani diet kalori dengan
catatan kamu harus rutin melakukan olahraga atau melakukan aktivitas fisik lainya
setidaknya 30 menit setiap hari.
Baca Juga: Fungsi Kalsium Bagi Kesehatun Tubuh Yang Sangat Penting
Untuk mengurangi jumlah asupan kalori supaya efektif menurunkan berat badan, kamu bisa mengikuti beberapa tips dibawah ini:
- Perbanyak jumlah asupan protein dan karbohidrat yang kompleks untuk meningkatkan metabolisme dan mengendalikan nafsu makan kamu.
- Hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula, misalnya seperti permen, es krim, kue, cokelat, minuman kemasan, dan minuman yang bersoda.
- Penuhi kebutuhan cairan tubuh kamu dengan rutin minum air putih minimal 2 liter per harinya. Untuk lebih mudahnya kamu bisa minum 1 gelas air setiap 30 menit sebelum makan untuk mengurangi nafsu makan.
- Selalu rutin melakukan olahraga yang intensitas sesuai dengan asupan kalori agar tidak merasa kelelahan atau lapar lebih cepat.
Jika kamu masih merasa bingung dalam menentukan berapa jumlah
asupan kalori yang tepat dan sesuai atau kamu mempunyai kondisi medis tertentu,
sebaiknya kamu harus ke dokter gizi dan berkonsultasilah supaya
dokter dapat menentukan berapa jumlah asupan kalori yang sesuai dengan kondisi
tubuh kamu saat ini.